Jumat, 21 Januari 2011

sekilas tentang darussalam ciomas bogor

Darussalam
Sekilas Tentang Pondok Pesantren Darussalam

SEJARAH BERDIRI
Pondok Pesantren Darussalam berdiri di atas tanah seluas 6.400 m2, berlokasi di Kampung Bubulak Desa Padasuka Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor, merupakan wakaf dari H. Harun Jazhar (almarhum). Secara geografis, letak lokasi pesantren Darussalam dikelilingi oleh perumahan dengan radius rata-rata 150 meter dari Pesantren.

Berdirinya Pondok Pesantren Darussalam sesungguhnya merupakan sebuah wujud kepedulian dan tanggungjawab moral dari para alumni Pondok Modern Gontor terhadap masalah pendidikan bagi para generasi umat, sekaligus sebagai bentuk jawaban atas amanah, niat suci dan cita-cita dari pewakaf, serta animo, minat, dan kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan lembaga pendidikan model pesantren.
Dalam kerangka itulah, maka pada tahun 1993 dimulailah kegiatan belajar mengajar dalam bentuk pesantren yang secara sistem dan kurikulum mengacu ke Pondok Modern Gontor dan juga kepada kurikulum Pendidikan Nasional (Departemen Agama dan Diknas).
Sejak berdirinya hingga saat ini, Pondok Pesantren Darussalam telah meluluskan alumninya yang kini telah berkiprah di tengah-tengah masyarakat dengan berbagai profesi dan kegiatan.
Sebagai sebuah lembaga pendidikan pesantren yang diharapkan dapat memberikan pelayanannya kepada masyarakat secara maksimal, Pondok Pesantren Darussalam menyadari adanya keterbatasan dan kekurangan. Terutama dalam hal penyediaan sarana belajar seperti ruang kelas dan ruang perpustakaan, demikian juga dalam penyediaan asrama dan lingkungan yang kondusif bagi proses pembinaan dan pendidikan.
VISI :
“Menjadi institusi pendidikan Islam yang memiliki keunggulan secara kelembagaan dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan pendidikan berkualitas dengan biaya terjangkau, dan memiliki keunggulan dalam hal kualitas para santri,”
MISI:
Membina dan mendidik manusia Indonesia yang berkarakter muslim, yaitu manusia muslim yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, dan berpikiran jernih dan mantap.
Membina dan mendidik muslim Indonesia yang memiliki jiwa: keikhlasan, kesederhanaan, persaudaraan (ukhuwah), kemandirian, dan kebebasan.
3. Dengan memiliki karakter-karakter dan kejiwaan sebagai tersebut di atas diharapkan para lulusan pesantren Darussalam dapat berperan aktif di dalam masyarakat melalui berbagai profesi dan aktifitas yang diminati dan tentunya yang diridhai oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
4. Membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan sumber daya insani yang berkualitas dan berkepribadian Qur’ani.
5. Turutserta menyediakan lembaga pendidikan Islam yang baik dan berkualitas dengan biaya terjangkau.

PROGRAM DAN RENCANA JANGKA MENENGAH
1. Pembebasan tanah wakaf seluas 3000 meter persegi
2. Renovasi lokal asrama dan kelas yang ada
3. Penambahan lokal kelas
4. Perluasan Masjid dan penyempurnaan sarananya
5. Pembangunan aula pertemuan
6. Pembangunan lokal perpustakaan dan laboratorium
7. Pembangunan dan perluasan sarana makan dan minum
8. Penambahan dan renovasi sarana MCK
9. Penyediaan lahan untuk lokasi asrama putri
10. Pemisahan lokasi kampus putra dan putri
KEGIATAN BELAJAR KMI (Kulliyat al-Mu’allimin al-Islamiyah)
1. Program Pendidikan
Terdapat dua macam program yang ditempuh siswa di KMI Pondok Pesantren Darussalam: program reguler dan program intensif.
a. Program Reguler.
Program ini diperuntukkan bagi siswa lulusan Sekolah Dasar atau Madrasah Ibtidaiyyah, dengan masa belajar 6 tahun, yakni ditempuh dari kelas 1 berurutan sampai kelas 6.
b. Program Intensif.
Program ini diikuti oleh siswa-siswa lulusan SMP atau Mts dan di atasnya, dengan masa belajar 4 tahun, dengan urutan kelas 1-3-5-6. Kelas intensif sebenarnya hanya diselenggarakan pada kelas 1 dan 3, karena itu disebut kelas 1 intensif dan 3 intensif. Sedangkan di kelas 5 mereka belajar secara reguler bersama-sama dengan lulusan SD atau MI yang juga sudah duduk di kelas 5, demikian pula halnya yang di kelas 6.
Jam Belajar
Jam belajar santri di KMI berlangsung dari jam 7.00 WIB sampai Dhuhur dan dilanjutkan ba`da dhuhur hingga waktu Ashar. Waktu belajar dibagi menjadi 8 jam pelajaran, masing-masing mendapat alokasi waktu 40 menit.
Tujuan
Tujuan pembelajaran di KMI PonPes. Darussalam adalah mencetak santri yang mukmin muslim, taat menjalankan san menegakkan syari`at Islam, berbudi tinggi, berbadan sehat, berpikiran bebas, serta berkhidmat kepada bangsa dan negara.
Kurikulum
Sebagai usaha untuk mewujudkan visi dan misi di atas, dilaksanakanlah kegiatan pengajaran klasikal yang mengacu pada model dan sistem KMI (Kulliyatul Muallimin al-Islamiyah) - yang cukup populer dan telah lama dilaksanakan di Pondok Modern Gontor – yang menangani pendidikan tingkat menengah pertama dan menengah atas dengan masa pendidikan 6 tahun bagi lulusan SD dan 4 tahun bagi lulusan SLTP. Kurikulum yang diterapkan di KMI Ponpes. Darussalam apat dibagi menjadi beberapa bidang studi sebagi berikut : Bahasa Arab (semua disampaikan dalam Bahasa Arab), Dirasah Islamiyah ( kelas II ke atas, seluruh mata pelajaran ini menggunakan B. Arab), `Ilmu Tarbiyah wa al-Ta`lim (Kependidikan dan Keguruan), Bahasa Inggris, Ilmu Pasti, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial,dan Kewarganegaraan.
Komposisi kurikulum semacam di atas ditetapkan untuk tujuan tertentu. Pengetahuan Bahasa Arab dimaksudkan untuk membekali santri kemampuan berbahasa Arab yang menjadi kunci untuk memahami sumber-sumber Islam dan khazanah pemikiran Islam. Sedangkan Bahasa Inggris digunakan untuk media komunikasi modern dan mempelajari pengetahuan umum, bahkan juga pengetahuan agama Islam yang ditulis dalam bahasa Inggris. Dalam Kurikulum KMI diupayakan terwujudnya keseimbangan dan perpaduan antara pengetahuan agama (Dirasah Islamiyah) dan pengetahuan umum (Ilmu Pasti, IPA, dan IPS).
Selain itu, PonPes. Darussalam juga mengacu kepada Kurikulum Mts untuk Tingkat Menengah Pertama dan mengacu kepada kurikulum SMU untuk Tingkat Menengah Atas.
2. Bahasa Pengantar
Bahasa Pengajaran : Bahasa Arab untuk ilmu-ilmu bahasa dan agama, bahasa Inggris untuk materi berbahasa Inggris, dan ilmu-ilmu yang lain dengan bahasa Indonesia. Diajarkan pula bahasa percakapan (bahasa Arab dan Inggris) yang merupakan bahasa percakapan sehari-hari para santri dalam kehidupan mereka sehari-hari di dalam pondok.

3. Tenaga Pengajar
Guru-guru yang mengajar di KMI dan membina kegiatan santri sehari-hari di pondok sebagian besar adalah alumni Pondok Modern Gontor dan Pesantren Alumni Gontor yang telah menyelesaikan pendidikan Sarjana dan bahkan Magisternya di perguruan tinggi negri maupun swasta, dan sebagian lagi merupakan alumni Pesantren Darussalam sendiri dan alumni pesantren salafi.
PROGRAM DAN KEGIATAN PENINGKATAN KOMPETENSI SANTRI (khusus Kelas Akhir/VI) :
Amaliyat al-Tadris (Praktek Mengajar)
Sebagai bekal menjadi guru dan dalam rangka peningkatan kompetensi, setiap santri kelas VI (kelas akhir) diberi tugas membantu mengajar adik kelasnya pada pelajaran sore di kelas (sesudah dhuhur hingga ashar). Selanjutnya setiap akhir semester, mereka diwajibkan mengikuti program praktek mengajar dengan diawasi oleh guru senior sebagai pembimbing serta siswa kelas VI yang lain. Sebelum praktek mengajar dilaksanakan mereka diberi pengarahan dan wajib membuat persiapan mengajar. Seusai praktek mengajar diadakan evaluasi bersama dibawah bimbingan guru senior.
2. Fath al-Kutub (Kajian kitab-kitab klasik)
Program ini diperuntukkan bagi santri kelas akhir (setingkat kelas III SMU/Aliyah). Masalah-masalah yang diberikan sebagai tugas bahasan dan kajian meliputi persoalan-persoalan dalam Hadis, Fiqh, Tafsir, dan Aqidah. Kegiatan ini dibimbing oleh guru-guru senior yang sekaligus mengoreksi dan mengevaluasi laporan hasil kajian.
Fath al-Mu’jam (Membuka kamus Bahasa Arab)
Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan ketrampilan dan kemampuan bahasa berbahasa Arab santri, terutama ketrampilan mengaplikasikan ilmu sharf dan nahwu.
Rihlah Iqtishadiyah (Economic Study Tour)
Yakni program pendidikan kewiraswastaan yang diberikan kepada siswa kelas VI (kelas akhir) sebagai bekal mereka sebelum berkiprah di masyarakat. Kegiatannya berupa pemberian wawasan tentang kewirausahaan dan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke beberapa industri kecil di sekitar Bogor.
5. Penulisan Karya Ilmiah
Sebagai upaya peningkatan keilmuan dan ketrampilan tulis-menulis, setiap santri kelas akhir ditugaskan membuat karya ilmiah tentang berbagai persoalan keagamaan dan kemasyarakatan.
6. Khutbah al-Wada’ (Khutbah Perpisahan)
Menjelang acara kelulusan setiap santri kelas VI diwajibkan membuat pidato dalam bahasa yang berisikan kesan-kesan mereka selama mengikuti pendidikan dan hidup di pondok. Pidato ini disampaikan dihadapan para guru dan teman-temannya.


7. Imamah dan Khithabah
Setiap santri putra yang telah duduk di kelas akhir (VI) diberikan bimbingan dan pengarahan serta ujian seleksi untuk bertindak menjadi imam shalat jama’ah dan menjadi khatib jum’at di dalam pondok maupun di masjid-masjid sekitar Pesantren.

DATA SANTRI (Dalam 3 tahun terakhir)

Saat ini santri Pondok Pesantren Darussalam berasal dari wilayah-wilayah Jadebotabek dan sekitarnya. Semua santri diharuskan menetap di dalam pondok selama 24 jam dan mengikuti berbagai kegiatan yang ada di bawah bimbingan dan asuhan para guru yang berpengalaman dan berdedikasi penuh.

5. Output/Alumni
Semenjak dibukanya pengajaran sistem KMI mulai tahun 1992-1993 sehingga tahun pengajaran 2002-2003, Pondok Pesantren Darussalam telah meluluskan Delapan angkatan yang berjumlah sebanyak 132 santri. Dari jumlah tersebut 75 % nya telah dan sedang menyelasaikan pendidikan di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di dalam negeri dan di luar negeri, dan selebihnya telah berkiprah di masyarakat serta bekerja di berbagai lapangan kerja.
Berikut ini tabel Data Alumni PP Darussalam setiap angkatan:

Dari data di atas terlihat adanya fluktuasi jumlah lulusan yang dapat menyelesaikan pendidikannya hingga batas akhir di Pondok Pesantren Darussalam. Ada beberapa faktor penyebab terjadinya hal yang sedemikian itu : Pertama, ketika awal masuk di kelas 1 jumlah santri cukup banyak namun setelah mengikuti ujian Mts. Sebagian keluar dan melanjutkan ke sekolah atau pesantren; kedua, karena alasan ekonomi orang tua; ketiga, karena alasan-alasan lain seperti tidak siap mengikuti disiplin, tidak sanggup mengikuti pelajaran yang ada dan berbagai alasan lain.
AKTIFITAS DAN KEGIATAN SANTRI
1. Kegiatan Rutin Mingguan
a. Latihan Kepramukaan.
Dilaksanakan setiap hari minggu mulai Ba’da dzuhur hingga ba’da ashar, dan wajib diikuti oleh semua santri.
b. Latihan Beladiri.
Dilaksanakan seminggu sekali pada hari sabtu sore.
c. Latihan Pidato dalam 3 bahasa (Arab, Inggris, Indonesia)
Kegiatan ini dilaksanakan 2 kali dalam seminggu, malam hari dan sore hari.
d. Ketrampilan Keputrian
Kegiatannya berupa pengenalan tentang berbagai ketrampilan yang terkait dengan dunia keputrian, dan dikhususkan untuk santri putri.
2. Jadwal Kegiatan Harian :

04.00 – 04.30 : Bangun tidur
04.30 – 05.00 : Shalat Shubuh dan membaca al-Qur’an
05.00 – 06.00 : Penyampaian kosa kata bahasa Arab/Inggris
06.00 – 06.30 : Mandi dan sarapan
06.30 – 07.00 : Persiapan masuk kelas
07.00 – 12.00 : Belajar formal di kelas
12.00 – 13.00 : Sholat Dzuhur dan makan siang
13.00 – 13.45 : Istirahat
13.45 – 14.00 : Persiapan masuk kelas
14.00 – 15.15 : Masuk kelas
15.15 – 16.00 : Shalat Ashar dan membaca al-Qur’an
16.00 – 17.00 : Olah raga
17.00 – 18.00 : Pengajian kitab kuning
18.00 – 20.00 : Shalat Maghrib dan pengajian kitab kuning
20.00 – 20.20 : Shalat Isya
20.20 – 20.40 : Makan malam
20.40 – 22.00 : Belajar malam
22.00 – 04.00 : Istirahat (tidur)


3. Kegiatan Berorganisasi
Untuk melatih jiwa kepemimpinan dan kemampuan keorganisasian para santri, dibentuklah dua organisasi: Organisasi Santri Darussalam (OSADA), dan Organisasi Kepramukaan (Gugus Depan Khusus Islam). Keberadaan kedua jenis organisasi itu juga cukup berperan dalam membantu Pesantren dalam melaksanakan program-program yang bersifat ekstra kurikuler, dan dalam hal penegakan disiplin yang harus ditaati oleh para santri. Masa kepengurusan untuk masing–masing organisasi adalah 1 tahun.
4. Kursus dan Pelatihan (Bersertifikat)
a. Kursus dan Pelatihan Calon Pembina Pramuka
Kegiatan ini dilaksanakan setahun sekali dan harus diikuti oleh semua santri kelas lima. Pelaksanaannya bekerjasama dengan kwarcab Bogor.
b. Kursus Komputer
b. Kursus Ketrampilan Kaligrafi
c. Latihan Dasar Kepemimpinan

SARANA DAN FASILITAS
1. Masjid 1 bangunan
Daya tampung : + 400 Jama’ah
Fungsi : Untuk jama’ah shalat para santri putra dan putri
- Pelaksanaan shalat jum’at santri dan warga kampung Bubulak.
- Pengajian Kitab Kuning bagi para santri
- Sarana belajar bagi santri TPA (Taman Pendidikan al-Qur’an) dari masyarakat sekitar Pesantren.
Kebutuhan :Fasilitas wudhu dan penampungan air.
2. Ruang Kelas
Jumlah : 5 ruang tertutup, 3 ruang terbuka/darurat
Kondisi : Perlu direnovasi karena sudah berusia 15 tahun
Kebutuhan : Saat ini masih dibutuhkan tiga ruang kelas lagi.


3. Ruang Asrama
Jumlah : 1 lokal asrama putri dengan 8 ruang, masing-masing ruang diisi 10 santri, 1 lokal asrama putra terdiri dari 5 ruang dengan daya tampung 20 santri/ruang
Kondisi : Perlu direnovasi
Kebutuhan : 2 lokal asrama dengan 5 ruang, masing-masing bisa menampung 25 santri
4. Olah raga : 1 lapangan basket dan 1 lapangan badminton
5. Kantor : 1 lokal dua ruangan
6. Kediaman Guru : 5 ruang, dan masih membutuhkan 5 ruang lagi.
7. Ruang Koperasi : 2 ruang
PENUTUP
Demikianlah sekilas tentang profil dan kondisi yang sebenarnya dari Pesantren Darussalam saat ini. Selanjutnya bantuan dan sumbangan Bapak/Ibu/Saudara untuk pengembangan dan kemajuan Pesantren Darussalam di masa yang akan datang sungguh akan sangat berarti.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar